Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan
Kemarin pulang kantor...biasa dengan kuda besi GL Max tahun 2004....udah agak lelet sih...tapi alhamdulillah jarak 60 KM pulang pergi saban hari ....Batusangkar-Padangpanjang...masih bisa ke uber....ya emang kan masih belom terlalu tua....astuti aja masih mampu....ya jarak segitu kita tempuh 45 menit....nyantai aja yang penting selamat pulang pergi...mencari nafkah buat anak and isteri ...suasana pegunungan dan hawa segar lereng merapi ....juga menambah kenyamanan kita berangkat dan pulang kerja...ngak seperti di kota-kota besar kayak jakarta...fuihh minta ampun...jujur mendingan kerja di daerah ketimbang disana...uda polusi, panas, macet...basilingkik istilah orang minang....yang membuat hati mumet kalo ngak sabar dan berlapang dada...ya itulah gambran ibukota yang saya lihat...(ya kebetulan lumayan sering dinas ke ibukota....
Ditengah perjalan pulang itulah kebetulan saya di salip seekor kuda besi...bukan ini yang ini udah lebih keren...diatas kuda besi...sebuah honda Jazz warna abu-abu metalik...ceper dan modifikasi yang keren abis...istilahnya anak muda....eh kepikiran juga dalam otak...jangan sampe ke hati..."kapan ya ....tongkrongan kita ganti ama itu ....si jazz...ha..ha mimpi kali ye....PNS gol II..punya begituan ...Gayus Tambunan kali...ya...." bukan-bukan yang itu yang jadi perhatian tapi sebuah tulisan tiga kalimat dengan gaya tulisan comic ..tulisannya gini "Muda foya-foya, tua kaya raya...mati masuk surga" pasti udah banyak yang dengar istilah ini...mau...juga nih kalo kayak gini.............tapi coba berfikir sejenak.....pantaskah....patutkah....mungkinkah.........??????

Ya...inilah barangkali refleksi dari kegamangan generasi..atau barangkali gambaran budaya hedonis...materialistis yang mulai mendarah daging dengan kehidupan kita saat ini...ya alangkah indah dan simplenya hidup kalo demikian ....sekanario dan alur ceritanya selagi muda nikmati hidup...berkreasi..ekspresi diri...bebas dan merdeka ...uda dewasa kaya raya, terhormat, sukses dan setelah maninggal masuk surga...siapa yang nolak kalo memang begini....tapi teringat dengan sebuah hadist sang jujungan kalo Dunia itu jembatanya akhirat...jembatan dalam artian titian biasanya terletak antara dua tempat..bisa jadi tebing..yang kiri kanannya jurang yang mengagan dalam...terpeleset ...bersipalah untuk terjun bebas dan kegagalan menuju tempat tujuan....
Dunia memang indah...mendahagakan ibarat minum air laut...dan tidak pernah akan puas...tapi harus juga diingat kali hidup didunia adalah permainan...dan yang memenangkan permainan bukanlah mereka yang sibuk dan mabuk dengan dunia tapi sebaliknya..pemenangnya adalah mereka yang mampu meletakkan dan memposisikan dunia di posisinya....ingalah kalo dimata Allah dunia dan segala macam keindahan dan kegelamourannya tidak lebih bernilai dari sebelah sayap seekor nyamuk....lalu apa yang kita banggakan dengan dunia kita......mari renungkan surat cinta dari sang Kekasih berikut ini :

"ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." Q.S Al Hadid ayat 20.

Faktabiruu ya ulil albab..la 'alakum turhamun

wallahu 'alam bis showab



Kebetulan ya kita ketemu disini.....!!, kebetulan juga dia bisa duduk.....,kebetulan ya saya bisa nulis......, dan banyak lagi kata kebetulan yang sering kita dengar, atau bahkan kita sendiri yang acap kali mengucapkan kata kebetulan di momen dan situasi tertentu yang terkadang tanpa sadar terucap atau memang sengaja diucapkan, barangkali akibat ketidak tahuan, spontanitas, kebiasaan, atau memang suatu kesengajaan dengan skenario dan misi tertentu......
Sobat semua ,....alhmadulillah sunggu teramat indahnya silaturahmi dan ukhuwah itu....kenapa saya menulis kata-kata kebetulan ini yang terkadang sudah biasa kita ucapkan, namun ternyata pangucapan ini tidaklah sangat tidak patut, tidak pantas, dan adalah sebuah kesalahan yang mendasar dalam aqidah dan keyakinan kita, ......memang bermula dari sebuah diskusi ringan tapi mudah-mudahan ada nilai dan hikmah yang dapat kita ambil bersama........

Bermula dari sebuah majlis ilmu pekanan yang biasa kami lakukan ...cerita ini dimulai...kebetulan saat proses taaruf ...saya keceplosan bicara ini...."kalau dengan saudara kita yang satu ini saya sudah kenal lama...karena kebetulan dulu sempat tinggal satu komplek....." tiba-tiba salah satu peserta yang lain langsung memotong pembicaraan saya..."maaf akhi bukan kebetulan tapi memang sudah ditakdirkan oleh Allah....,karena memang tidak ada yang kebetulan dalam dunia ini...tapi sudah menjadi sebuah suratan, dan tertulis di lauh mahfuz...." akhirnya berawallah diskusi singkat kami dari sini....
Sobat semua tentu kenal atau tahu dengan Charles Darwin....dedengkot dan masternya teori Evolusi, yang mengklaim bahwa kehidupan ini berawal dari sebuah kebetulan belaka tampa penciptaan....dan ternyata akhirnya teori ini sudah dimentahkah sendiri oleh para ilmuwan walaupun begitu sampai sekarang masih banyak mereka yang masih berkiblat ke si Darwin ini....mungkin sobat ingat dengan iklan sebuah produk minuman kemasan yang mengatakan air adalah sebuah ciptaan alam denga kata-kata indah "inilah sebuah maha karya dari alam"....nah sobat semua coba renungkan deh....bukankah yang menciptakan alam dan seisinya adalah yang maha kuasa....lalu kenapa iklan ini berkata demikian.....coba lihat deh siapa yang punya perusahaannya...pasti deh sobat semua akan faham apa tujuan dari kata-kata ini....propaganda untuk menjauhkan umat ini dari keyakinannya akan kemaha kuasaan Allah....dengan membuat sebuah opini bahwa ini sebuah adalah bersumber dari alam dan kebetulan terjadi.....
Inilah diskusi singkat kami....silahkan sobat semua kaji dan fahami, apakah masih pantas kita berkata kebetulan dalam setiap momen kehidupan kita.....dan yang masih menganggap dan keukuh mengucapkan ini....ya barangkali penganut faham Darwin...nauzubillah

Batusangkar, 6 Maret 2010
Syukron Akhi....untuk semuanya
Semoga Allah tetap meneguhkan kita untuk tetap saling mengingatkan
Tawa saubil haq....tawa saubishobr......amiin...


Dalam sebuah peperangan.....membunuh lawan adalah hal biasa, karena memang dalam situasi ini...kalau tidak kita yang terbunuh atau sebaliknya....memenangkan peperangan itu inti dan targetnya.....dan untuk tujuan ini apapun bisa dilakukan tergantung untuk tujuan apa kita berperang. lalu pernahkah anda membayangkan dalam sebuah peperangan satu lawan satu...ketika lawan sudah terjatuhdan kehilangan pedangnya si pemenang bukannya membunuh musuhnya tapi malah mengembalikan pedangnya yang sudah terhunus ke sarungnya.....hanya karena sipemenang ini diludahi mukanya oleh sipecundang ketika tidak ada lagi senjata ditangan.........bayangkan sudah diludahi bukannya lansung dibunuh ....eh malah selamat....bayangkan ketika anda dalam posisi sebagai pemenang....apa yang anda perbuat.

Inilah yang dilakukan Ali ra..ketika perang yarmuk...begitu marahnya beliau ketika musuh meludahi mukanya didetik-detik akhir setelah si musuh terjerambab dan kehilangan pedangnya..hanya dengan satu tebasan...habis...Ali pun menang...tapi....apa yang beliau lakukan....musuh akhirnya selamat...disini sebenarnya point utamanya..."Ali tidak mau membunuh lawannya karena kemarahan dan kesumat dalam dadanya....." karena memang Ali berperang bukan untuk ambisi pribadi. tapi Ali berperang karena Allah...karena agama Allah diperangi.....Ali sadar posisi niatnya disaat genting...jika dia mambunuh musuh saat itu...yang dia lakukan tidak bernilai disisi Allah SWT.

Begitu pentingnya kadar niat dalam segala aktifitas kita...hingga ketika niat tidak lagi murni karena Allah...kebaikan sebesar apapun tidak akan bernilai. wallahu'alam bishowab....semoga tetap bisa menjaga niat dan lintasan hati...amiin
Akhirnya kembali negeri ini mempunyai pemimpin-pemimpin yang secara "demokrasi" dipilih oleh rakyat..setelah 20 Oktober 2009 yang lalu presiden dan wapres baru dilantik...dan disumpah, kemarin siang juga telah diumumkan dan dilantik sekaligus diambil sumpah para menteri yang akan membantu kerja mereka lima tahun kedepan mambangun dan mensejahterkan negeri ini....

Kita memang berharap banyak dari mereka...terlepas dari berbagai kontroversi, kepentingan politik, latar belakang mereka yang memimpin negeri ini....yang diharapakan adalah kinerja, kerja keras, dan kesiapan menjalankan amanah untuk memajukan bangsa ini..yang belakangan makin terbelakang, dan tertinggal ..walau dikenal sebagai bangsa yang negeri dan tanahnya sebaga negeri terkaya di dunia..tapi apa dinyana..karena kepentingan segelintir fihak negeri ini malah jadi bulan-bulanan bangsa lain...kedepannya tentu banyak harapan yang tertonggok di pundak masing-masing mereka yang telah diberi amanah.

Sesungguhnya ketika mereka-mereka yang dipilih dan ditunjuk mengemban amanah meminpin negeri ini...benar-benar bertakwa kepada Yang Maha Kuasa ..ini kunci pertama tentulah negeri ini akan aman sejahtera....kita rindu dengan pemimpin yang benar-benar mendahulukan rakyat ketimbang kepentingan pribadi, ataupun kolega dan orang-orang disekitarnya....kita rindu dengan pemimpin yang amanah, zuhud dan sederhana lagi bersahaja....

Akankah mereka yang saat ini diberikan amanah memimpin laiknya para teladan kita yang begitu cemerlang memimpin rakyat dan bangsanya...kita rindu dengan Umar bin Abdul Aziz r.a...yang walau hanya di beri kesempatan 3 tahun menjadi pemimpin ..namun dimasanny tidak ditemukan / dan teramat susah mencari mustahik atau orang yang akan diberikan zakat.....bandingkan .......

Kita juga pasti merindukan pemimpin seperti Umar ibn Khatab. r.a..yang mempaunyai prisip "ketika ada kelaparan dialah yang pertama meresakan lapar..dan ketika ada kesenangan dialah yang terakhir merasakan kenyang. Lalu lihatlah sejauh mana rasa kepedulian mereka para pemimpin kita untuk mendahulukan kepentingan rakyatnya...

Ingatkah kita dengan Said bin Umair salah seorang gebernur yang ditunjuk khalifah Umar bin Khatab di daerah Homs Syria yang waktu itu memerlukan penangan serius karena kemiskinan masyrakatnya.

Khalifah mempunyai program pengentasan kemiskinan untukdaerah itu..maka dimintalah data valid dari daerah ini untukkelancaran program ini. setelah utusan dari Homs memberikan data kepada khalifah..dan diteliti satu persatu ..sang khalifah terkejut dan bertanya.."Berapa orangkah di daerahmu orang yang bernama Said Bin Umair..? utusan ini menjawab .." cuman satu Ya Amirul Mukminin..dia adalah gubernur kami" benarkah Gubernurmu ini fakir ..? lanjut khalifah..."benar ..sudah tiga hari ini dapurnya tidak berasap.." Umar yang semula hanya berkaca-kaca, akhirnya menangis denga kondisi ini..kemudian Khlifah memberikan uang seribu dinar dan berkata " berikan ini kepada gubernurmu untuk bekal hidupnya...

Setelah uang seribu dirham ini sampai ditangan Said bin Umair..beliau malah berucap "Inna lillahi wainn ilaihi rajiun " bahkan sampai dirumahnya ucapan ini masih terus dia ucapkan hingga isterinya bertanya " ada apa suamiku apakah kahlifah tidak senang dengan kinerjamu?..bukan begitu dinda tapi sekarang aku dihadapkan dengan dunia yang akan melalaikan dan melupakan akhiratku.." bisakah aku membantumu wahai kanda..lanjut isteri said..." dan akhirnya uang seratus dinar dari khalifah diberikan kepada para fakir dinegerinya ..dan merekapun merasa lega.....
Begitu gambaran pemimpin yang hidup dalan kesederhanaa dan memikirkan dan mengutamakan masyrakatnya...

Itulah yang kita harapkan dari para pemimpin kita kedepan..pemimpin umat yang akan membawa negeri ini menajdi negeri yang aman serta sejehtera ...semoga..dan selamat bekerja bapak-bapak semua.

para pemimpin negeri ini kedepan

Berikut ini adalah susunan Kabinet Indonesia Bersatu II yang disampaikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

MENTERI KOORDINATOR

1. Menko Politik Hukum dan Keamanan : Marsekal (Purn) Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian : Hatta Rajasa
3. Menko Kesra : R Agung Laksono
4. Sekretaris Negara : Sudi Silalahi

MENTERI DEPARTEMEN

1. Menteri Dalam Negeri : Gamawan Fauzi
2. Menteri Luar Negeri : Marty Natalegawa
3. Menteri Pertahanan : Purnomo Yusgiantoro
4. Menteri Hukum dan HAM : Patrialis Akbar
5. Menteri Keuangan : Sri Mulyani
6. Menteri ESDM: Darwin Saleh
7. Menteri Perindustrian : MS Hidayat
8. Menteri Perdagangan : Mari E. Pangestu
9. Menteri Pertanian : Suswono
10. Menteri Kehutanan : Zulkifli Hasan
11. Menteri Perhubungan : Freddy Numberi
12. Menteri Kelautan dan Perikanan : Fadel Muhammad
13. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi : Muhaimin Iskandar
14. Menteri Pekerjaan Umum : Djoko Kirmanto
15. Menteri Kesehatan : Endang Rahayu Setianingsih
16. Menteri Pendidikan Nasional : Mohammad Nuh
17. Menteri Sosial : Salim Segaf Al Jufri
18. Menteri Agama : Suryadharma Ali
19. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata : Jero Wacik
20. Menteri Komunikasi dan Informasi : Tifatul Sembiring

MENTERI NEGARA

1. Menteri Riset dan Teknologi : Suharna Suryapranata
2. Menteri Koperasi dan UKM : Syarifudin Hasan
3. Menteri Lingkungan Hidup : Gusti Muhammad Hatta
4. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Amalia Sari
5. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara : E.E Mangindaan
6. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal : Ahmad Helmy Faishal Zaini
7. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional : Armida Alisjahbana
8. Menteri BUMN : Mustafa Abubakar
9. Menteri Pemuda dan Olahraga : Andi Alfian Mallarangeng
10. Menteri Perumahan Rakyat : Suharso Manoarfa

PEJABAT SETINGKAT MENTERI

1. Kepala BIN: Jenderal (Purn) Sutanto
2. Kepala BKPM: Gita Wirjawan
3. Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan Pengedalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto

Ini kali kedua saya menginjakkan kaki di kota pelajar yogyakarta....kali inipun masih tetap seperti dua tahun yang lalu...ada tugas dari kantor sekalian barangkali refres dari rutinitas harian yang kadang menjemukan, membosankan dan melelahkan....hhh..hhh...dan kebetulan juga dua tahun lalu saya juga berangkat di bulan september...kali ini pun juga di bulan yang sama...bedanya kali ini dalam suasana puasa di bulan suci ramadhan.....
Alhamdulillah ....dulu saat baru menginjakkan kaki di bumi para pelajar ini, satu hal yang menarik adalah suasana jogja yang memang masih kental dengan nuansa budaya lokal yang kental sekaligus dengan bangunan-bangunan tua disekitar keraton. kali ini tidak jauh beda suasan itupun masih terasa. namun dalam perjalanan saya kali ini di jogja ada pesan-pesan ....dari yang di Atas sana yang paling tidak jadi pelecut, dan penyentil sekaligus mengingatkan diri yang lemah ini.

Malioboro.......tidak banyak berubah sejak kedatangan saya ke kota ini dua tahun lalu....deretan pedagang kaki lima di tiap emperan pertokoan dengan setia menjajakan aneka dagangan mereka...dan tentu yang paling diminati adalah batik dan aneka kerajinan khas kota ini....suasana malampun tidak jauh berubah...orang bilang kalo nyari makan pas malam di kawasan ini ngak..susah..karena memang para pedagang lesehan berjualan sampai bedug subuh.

Gambaran ini mungkin kurang ya...bagi yang blom pernah kesana...tapi cuman itu yang masih teringat dalam memori saya tentang malioboro..karena emang saya cuman tiga hari disana...n kebutulan nginapnya di salah satu hotel BUMN yang pas benar berada di jalan Malioboro Jogjakarta...kalo mau lebih nyata ya...sowan aja kesana ya...hhh

ada saja kejadian yang jadi sebuah pelajaran dan pengalaman berharga dalam perjalanan saya kali ini...dua hal yang bertolak belakang...kali ini saya bernagkat dengan salah seorang pejabat di tempat saya bekerja.....dengan fisik yang kokoh, gemuk dan masih layak dibilang muda baru 45 tahun....kebutaln juga baru satu tahun ini duduk di posisi cukup strategis di tempat saya...katanya sih kursi "basah" iya tidaknya saya juga ngak terlalu ambil pusing....sungguh yang bikin saya agak miris dan risih.....dengan fisik yang kokoh begitu ...nih bapak selama tiga hari itu ngak puasa..nauzubillah...katanya sakit dan dia makan obat rutin....ya mudah-mudahan memang begitu...tapi bukankah ada-ada hal yang diluar logika dan nalar kita tentang puasa ramadhan ini...baginda nabi berpesan "suumu tashihu..." berpuasalah kamu niscaya kamu akan sehat....lalu...tidakkah pesan singkat rasul ini tidak mengugah kita.

hal kedua yang mungkin bertolak belakang...ya seperti biasa kalo berpergian keluar kota..tentunya ada sedikit buah tangan dan oleh-oleh untuk isteri dan anak tercinta dirumah..kali ini dari tempat saya nginap untuk mencari oleh-oleh buat orang-orang tercinta...saya ditemani seorang mbah pengayuh becak yang kalo dari panggilannya pasti udah tua ya..memang mbah ini uda hampir 60 tahun n uda punya mantu 3 orang...

Dari penginapan saya ditemani mbah ini kearah keraton..yang memang disekitar keraton inilah pusat batik dan kaos dagadu yang mungkin agak lebih berkualitas dari yang ada di kawasan malioboro...lumayan jauh lho...pulang pergi sekitar 6 kiloan..tambah lagi muter-muter dan keliling dari satu gerai ke gerai lain....10 kiloan ada barangkali...coba bayangkan ngayuh becak sejauh itu...kata mbah ini pas saya nanya ngak capek pak..." jawabya udah biasa nak....dan beginipun saya puasa lho..." Subhanallah....saya jadi makin ngak nyaman...karena kalo dingat rasanya ngak manusiawi ya ..kita enakan duduk sementara para tukang becak ngsyuh dari belakang...ngak dalam ramdhanpun saya juga ngak enak naik becak ini. tapi mungkin ini sebuah ciri khas dan daya tarik kota gudeg juga....barangkali.

Dua peristiwa yang bertolak belakang ini ..jadi sebuah pelajaran berharga bagi saya....sungguh memang benar puasa tidak melihat fisik dan tubuh seseorang...tapi dari hati dan niat kita untuk beribadah, pantaslah barangkali yang dipanggil dalam ibadah ini adalah mereka yang benar-benar beriman..bukan hanya sekedar muslim, satu kata-kat si mbah tukang becak ini tentang puasa...ya ibarat pajak nak...di bayar sekali setahun masak sih ngak bisa...sama pemerintah aja kita mampu bayar..masak sama yang nyipta in diri kita dan yang ngasih rezeki saban hari kok ya ngak mampu.malu...lagian 11 bulan fasilitas yang kita mikmati gratis....lagian yang kita lakukan juga tidak akan sia-sia..........."

Benar mbah...terima kasih banyak....moga tetap kuat ngayuh becak...n tetap istiqomah ibadahnya.

inna garuda jogja
5 September 2009



Dik Doang, Seorang presenter dan artis penyanyi balada, dalam satu kesempatan (malam hari) di televisi swasta mengatakan, “Sebelum saya menyanyi, saya ingin mengucapkan selamat kepada para orang tua yang masih berada di kantor. Anak-anak menanti Anda di rumah”
.
Ya, kita seringkali terlena dengan pekerjaan kita hingga menghabiskan banyak waktu yang seharusnya untuk anak-anak kita. Untuk keluarga kita. Seolah-olah kita berkata kepada keluarga, “Apa yang kurang dari kalian, uang sudah cukup. Rumah sudah mewah. Apa yang kurang?”…
.
Yang kurang adalah kasih sayang. Yang dicari adalah kesempatan untuk bercengkerama dan bersenda gurau. Sesuatu yang kini menjadi barang langka di kota besar.
.
Mengapa anak-anak? Mengapa bukan isteri atau suami?
Anak – anak adalah amanah yang Allah titipkan kepada kita. Mereka bukan milik kita. Tidak ada hak kita untuk merubah fitrahnya, tidak juga hak utk memaksakan kehendak kepadanya. Yang ada adalah amanah kasih sayang, amanah pendidikan, amanah uluhiyyah, dinniyyah dan masa depan.
.


ADA SEBUAH (mungkin banyak kaliee yah) KISAH NYATA TENTANG HARAPAN KECIL SANG ANAK KEPADA ORANG TUANYA….
Kisah tersebut kami kemas dalam satu dialog singkat. Semoga bermanfaat.
—oooOooo—
Seperti biasa Rudi, kepala cabang di sebuah perusahaan swasta terkemukadi Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Ikhsan, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.
.
“Kok, belum tidur?” sapa Rudi sambil mencium anaknya.
Biasanya, Ikhsan memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga,
Ikhsan menjawab, “Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?”
.
“Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?”
“Ah,enggak. Pengen tahu aja.”
“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hariAyah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulanrata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?”
.
Ikhsan berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar,sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Ikhsan berlari mengikutinya.
.
“Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp 40.000,- dong,” katanya.
“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok,” perintah Rudi.
.
Tetapi Ikhsan tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Ikhsan kembali bertanya, “Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?”
.
“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah.”
“Tapi, Ayah…”
Kesabaran Rudi habis. “Ayah bilang tidur!” hardiknya mengejutkan Ikhsan.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
.
Usai mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya. Ia pun menengok Ikhsan di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Ikhsan didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya.
.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata,
“Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Ikhsan. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok’ kan bisa. Jangankan Rp5.000,- lebih dari itu pun ayah kasih.”
.
“Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini.”
“Iya,iya, tapi buat apa?” tanya Rudi lembut.
.
“Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga.Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-,maka setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-.Makanya aku mau pinjam dari Ayah,” kata Ikhsan polos.
Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat.
.
‘Alabidzikrillahi tatma’inul Qulub’
hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang
.
Dari http://jangankedip.blogspot.com/


Hari ini salah seorang dari keluarga besar kami dikantor, berpulang menahadap sang kekasih tercinta Allah SWT,Pak Tua begitu orang-oran di kantor memanggil beliau, walau mungkin hanya sempat berkomunikasi dan bersosialisasi dengan beliau hanya beberapa kali, karena memang sewaktu saya bergabung dengan lembaga ini di tahun 2005 lalu beliau sudah pensiun, tapi sungguhpun demikian masih sering silaturahmi dengan kita-kita dikantor...orangnya sederhana, ramah dan suka bercanda dan murah senyum...friendly bahasa sananya....beliau juga bukan pejabat teras dilembaga ini....hanya seorang caraka dan juru foto copy surat menyurat. tapi dedikasinya untuk lembaga ini sungguh luar biasa...itu yang saya dengar dari senior-senior disini yang lebih banyak bersosialisasi dengan beliau. ya seperti sebuah kata-kata bijak dalam sebuah iklan produk minuman produksi anak bangsa ini "apapun dan dimanapun posisi kita pasti memberikan manfaat untuk bersama...selama posisi itu kita sikapi dengan keikhlasan " itu versi saya aslinya ????? lupa..........

Tapi bukan hanya sekedar itu yang jadi fikiran.....bukankah kita juga akan sama dengan beliau nanti...entah hari ini...besok...minggu depan...bulan depan wallahu 'alam ...tapi yang pasti siapapun kita...apapun pangkat dan jabatan kita...dan sekaya apapun ...pasti akan menjalani apa yang dilalui pak Tua hari ini...

Begitulah yang pasti semua kita akan menghadap padaNYa....seperti pak Tua tadi....dan yang pasti dan sangat pasti tentulah untuk menghadap sang kekasih kita pasti membawa bekal. lalu...sudah banyakkah bekal kita...dan tentunya kalau kita saat punya anak dan isteri, punya sedemikian bayak harta kekayaan, dan sedang diamanahi dan memangku jabatan penting.. apakah mereka dan semua itu akan ikut menammani kita..yang pasti paling banter dan sesayang -sayangnya isteri dan anak pada kita ...hanya sampai tanah merah mereka temani....lalu akan balik lagi meninggalkan kita sendirian dirumah baru kita.

Lalu siapakah nanti yang akan menemani kita ditempat peristarahatan menunggu kita menghadapNya..tentunya bekal ini adalah amaliayah kita selama hidup didunia....satu lagi yang jadi tanda tanya besar dalam hati dan fikiran kita....sudah cukupkah amalan kita..sudah siapkah kita dengan bekal untuk bertemu denganNYa nanti....dan barangkali dari segi kuantitas amaliyah kita memang banyak...solat kita cukup ada sunnahnya ada puasa dan qiyamulail bahkan udah haji berkali-kali...apakah ini cukup...dan yang pasti sudahkah amal-amal kita ini dapat kita banggakan kepadaNYa kelak...bagaimankah niat kita dengan amalan ini..sudah ikhlaskah atau hanya sekedar rutinitas belaka.....pertanyaannya APA YANG DAPAT KITA BANGGAKAN KEPADA ALLAH NANTI ?????
...saya teringat dengan sebuah hadist baginda nabi yang cukup panjang....menceritakan bagaimana tiga orang pemuda yang terjebak dalam sebuah gua..dimana mulut gua ini tertutup oleh batu besar yang menghalangi mereka untuk keluar...dan dikisahkan kalau masing-masing dari ketiga orang ini berdoa pada Allah dengan amal-amalnya masing...ada yang membanggakan kebaikannya terhadap ibunya..ada yang membanggakan bahwa dia mampu menahan nafsu ketika digoda seorang perempuan..dan ada yang membanggakan dia gaji karyawannya yang tetap dibarikan setelah sekian tahun karyawan ini tidak bersamanya...hingga setiap mereka berdoa bergeserlah batu yang menghalangi gua ini.......Bagaimana dengan kita???

Hari ini saya dapat kiriman sebuah sms dari seorang akh..."Disetiap fase dakwah, selalu ada pekerja dakawah yang kelelahan, jika mereka lelah mengusung kebenaran, niscaya Allah akan menguatkan mereka kembali. Namnu jika, jika mereka lelah karena tergoda kemilau dunia, maka akan ada banyak pekerja lain yang bersedia menggantikannya. Dakwah tidak akan pernah kehabisan para pekerja. Ikut atau tidaknya kita , kereta dakwah akan terus melaju menuju kejayaan agamaNya......" Assalamu'alaikum mohon doanya ya akh..agar tetap istiqomah........., begitu bunyi sms dari akh...saya tersentak...........

Begitulah ...walau terkadang kata-kata hikmah dan taujih ini sering kita dengar dari para dai dan ustad...dimana hakikatnya keberadaan kita di dunia ini adalah para pendakwah...."Kullud du'a min kulli saik" setiap kita adalah pendakwah sebelum embel-embel lain melekat. dakwah tidak hanya lewat mimbar dan podium..karena memang tidak semua umat ini mampu untuk itu....tapi masing-masing kita punya potensi....seorang pegawai jadilah dai di stausnya, kita para guru, para petani, pedagang dan banyak lagi....banyak lahan di kesaharian kita...apapun, siapapun dan bagaimanapun kita agama dan dakwah ini dapat kita dakwahkan dan tegakkan ...karena memang keberadaan kita dan tuntutan sang khalik memang untuk itu.

Dan mungkin satu yang musti kita ingat ...walau tampa kita ikut andil dalam perjuangan dan dakwah untuk tegaknya islam di bumi ini, islam akan tetap jaya..islam akan tetap tinggi, dan dakwah teteap akan berjalan walau tampa andil kita sekalipun...Allah pasti akan gantikan kita dengan generasi yang terbaik, generasi mulia yang akan memperjuangkan agamaNya....jika kita tidak mau ikut berperan....

Islam dan dakwah itu ibarat sebuh gedung tinggi yang dibangun oleh susunan batu bata....jika ada jutaan batu bata...maka berazamlah kita adalah satu diantara jutaan, jika ada ribuan...kita adalah salah satu dari ribuan itu,,,,,jika ada ratusan bata...kita juga salah satunya...jika hanya puluhan kita juga salah satunya....bahkan jika hanya ada satu bata........kita lah bata yang satu itu.......

mari sama-sama berjuang .......syukron akh...keep and stay istiqomah on the way....Allahu Akbar



Suatu kali Aisyah.r.a ditanya tentang bagaimanakah akhlak baginda nabi terhadap isterinya....."akhlaknya adalah al quran".

Jika saja pertanyaan seperti itu ditanyakan seseorang terhadap isteri kita...kira-kira apa jawabnya............

Terbayangkah bagi kita apa nanti jawaban isteri ketika ditanya bagaimana akhlak kita terhadapnya, bagaimana ibadah kita....apakah akan seperti jawaban ummul mukminin tadi...atau barangkali bisa jadi dan mungkin saja jawabanya jauh dari yang kita bayangkan....(ya .. apapun jawaban isteri ..itulah gambaran keseharian kita terhadapnya)


Rasul yang mulia pernah berkata " sebaik-baik kamu (manusia) adalah yang paling baik dengan isterinya...dan aku adalah manuasia yang paling baik terhadap isteri diantara kalian"

Lalu sudahkah pesan sang junjungan ini kita lakukan,.........?

Apa yang telah kita perbuat untuk isteri kita....kalau memang dia sangat kita cintai, sangat kita sayangi, sangat kita hargai...apa yang telah kita berikan........?

Sudahkah maisyah dan harta yang siang malam kita cari dan berikan padanya adalah harta yang halal.... ?

Sudahkah hari-hari kita tercurah untuknya........?

Terkadang disaat dia butuh kita malah diluar dengan berbagai macam dan beribu alasan ,...ada urusan kantor, lemburlah, atau bahkan mungkin kita malah jauh darinya karena ada tugas luar kota......

Suatu kali saat dia mungkin teramat lelah karena rutinitas....belum lagi pekerjaan kantornya (yang bekerja)yang menumpuk, urusan rumah tangga, mengurus anak-anak kita yang tiap hari tidak pernah dia tinggalkan.....adakah perhatian kita terhadap lelahnya.......

Mungkin barangkali dia ingin berkeluh kesah, bermanja dan ingin berbagi...kita malah tertidur dengan alasan kelelahan akibat banyaknya pekerjaan.........

Atau mungkin ketika dia jatuh sakit.....adakah perhatian kita, pernahka kita bertanya ummi sakit apa,,,? ummi kenapa,,,,sudah minum obat ...

Atau mungkin karena sedikit keteledorannya...tampa tabayyun kita malah berkata dengan nada tinggi terhadapnya........

Pernahkah air matanya....menetes karena kita.......sungguh alangkah malangnya dan meruginya engkau wahai suami yang mengaku baik kalau hal ini engkau perbuat

Jadilah suami yang dibaggakan rasul.....meminta maaflah padanya..jika ini pernah kau lakukan ......karena kata maaf akan sangat berarti dan berharga dimatanya.....

Muliakanlah dia yang selalu menjaga amanah dan kepercayaanmu....

Cintailah dia yang dengan sepenuh hati dan keikhlasannya mencintaimu......

Hormatilah dia yang tidak pernah bosan mengurus, menjagamu dan anak-anakmu dengan cintanya......

Tidaklah kau akan merasa bangga ketika dia ditanya tentangmu.....dia menjawab dengan kasih...dan cintanya kalau engkau adalah suami pilihan, suami terbaik, abi dari anak-anaknya adalah orang yang baik................suaminya adalah orang yang telah berusaha mengikuti sunnah rasulnya........

Aduhai manusia yang baik.....sudahkah kau bahagiakan isterimu...hingga kau benar-benar menajdi insan terbaik dimatannya..dimata baginda nabi bahkan dimata sang Khalik........

1 Juli 2009/ 8 rajab 1430H
Ummi...mohon maafmu.....
"Sakali lancuang ka ujian saumua hiduik urang tak picayo" ini mungkin salah satu dari sekian banyak kata-kata kiasan penuh hikmah dari etnis minangkabau....sekali berbuat salah, seumur hidup orang tidak percaya....subhanallah nilai kehatia-hatian dalam berbuat, melangkah dan bertindak dalam kehidupan sarat dan dalam di kata-kata ini, karena setiap tindak- tanduk dan perbuatan kita dalam kehidupan ...bukan kita yang menilai dan melihat ..tapi orang lain di sekitar kita dan lebih dalam lagi tentulah Allah SWT sebagai empunya diri kita.....

Terkadang memang dalam keseharian kita hal-hal kecil yang berpotensi menjatuhkan dan menjerumuskan kita bahkan sampai ke titik terendah dari kemanusiaan seolah sengaja bahkan malah jadi bumbu dan menu keseharian kita...nauzubillah..tsumma nauzubillah...ucapan dan omongan yang sering dusta, janji yang biasa mungkir, amanah yang sering terlupa ini mungkin contoh kecil yang jadi menut utama keseharian kita...

Setali tiga uang barangkali...kita terjebak dan terkungkung hal-hal yang kadang seolah telah jadi lumrah dan biasa padahal inilah yang akan mencampakkan kita...orang akan mencap pendusta, bahkan munafik akan melekat dipundak kita..dan ingatlah bahwa jurang terdalam dari dasar nereka adalah tempat kembalinya para munafik.

Teringat lagi dengan kata-katanya sayyidna Umar ibn Khattab yang mungkin sangat identik dengan idiom dan pepatah minang diatas...."berhati-berhatilah dalam melangkah karena banyak ranjau di setiap langkah dan perjalanan" hati yang selalu awas dan penuh kehati-hatian sangat identik dengan nilai ketaqwaan seseorang...perasaan yang selalu dibersamai sang Khalik dalam berbuat ...jiwa Muroqobatullah inilah yang menjadi tonggak penyanggah dan tameng kehidupan dari segala tingkah laku, perbuatan, dan semua aktifitas kesehariaan yang penuh dengan ranjau-ranjau dan duri kehidupan.

Sungguh ...mudah-mudahan kita selalu ingat bahwa dari hal-hal kecil seperti tadilah pangkal kekalahan dan keruntuhan kita...awal dari kerugian kita di dunia sampai nanti menghadapNya....untuk para calon pemimpin bangsa ini...mulailah dari niat awal yang ikhlas dan bersih...kalau yang terlanjur salah niat kembalilah....karena semuanya,... keberlangsungan dan tetap bertahannya anda dikursi empuk sana bermula dari sini...peganglah dan penuhilah apa yang telah anda janjikan. mungkin barangkali dengan berbagai trik dan tipu muslihat kedudukan anda dapat anda pertahankan...tapi ingatlah itu hanya di dunia...masih ada ada kelanjutan kisahnya kok perjalanan hidup kita....jadi ingatlah jangan sampai hal-hal demikian menjatuhkan kita..wallahu a'lam bisshowab.

Copyright © 2012 IKHTIARCERDAS.